oleh : Ust. Abu Rabbani, S. Sos. I
“Anak-anak, siapa diantara kalian yang mengetahui mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW?” Tanya Pak Ihsan, guru Sekolah Dasar Negeri 5 Bandung kepada murid-muridnya pada suatu hari. Sebelum telunjuknya mengarah kepada salah seorang anak yg imut-imut tersebut, serentak mereka menjawab, “Al Qur-aaan…”.
Dialog diatas memberikan gambaran bahwa pemahaman terhadap Al Qur’an sebagi mukjizat terbesar yg Allah berikan kepada Rasululllah SAW, sdh begitu sangat melekat dalam diri seorang muslim. Bahkan pemahaman tersebut telah ditanamkan semenjak duduk di Sekolah Dasar. Namun pertanyaannya adalah, pernahkah kita merasakan bahwa Al Qur’an adalah sesuatu yg luar biasa, mukjizat, yg Allah telah turunkan kepada junjunan alam, Nabi Muhammad SAW? Padahal kemukjizatan Al Qur’an bersifat abadi yg bisa dirasakan oleh siapapun yang mau merasakannya. Baca terus →
Meskipun genderang perang terhadap kesucian Islam ditabuh secara meluas di negara-negara Eropa, baik secara personal, maupun lembaga, terutama terhadap kesucian Al Qur’an, yang terbaru adalah film “Fitna” di Belanda. Namun penodaan itu tidak berpengaruh terhadap orang-orang di Barat untuk membaca dan menela’ah Al Qur’an. Al Qur’an tetap menjadi buku terlaris di Eropa.
